Sunday, August 28, 2011

Radio...



Kisah yang mengajak kita untuk kembali belajar dari orang-orang yang tersisih atau mungkin sengaja disisihkan karena ketidaksempurnaannya. Karena sesungguhnya tak semua dari kita memiliki keunikannya. Justru kita yang menganggap diri sempurna, seringkali lupa dengan apa yang ada disekitar kita. Kita bisa belajar arti kebersamaan, semangat, pelayanan. Sesuatu hal yang besar bukan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang besar/tokoh papan atas. Dari kisah ini kita diberi contoh nyata untuk melayani, mencoba memahami seseorang yang dianggap kurang sempurna itu dengan hati.

Radio/Kennedy bukan elektronik, ia seorang yang pemaaf, selalu semangat dan tak mudah menyerah. Mungkin tak semua dari kita mampu seperti dia. Tapi kita sangat membutuhkan sifat dia, dalam keluarga maupun dunia kerja. Di bantu dengan iman dan do'a semua pasti bisa. Karena pada akhirnya kuasa Tuhan mampu merubah ia yang dianggap tak sempurna itu menjadi suatu yang dibutuhkan dan mampu menyempurnakan (menjadi pelengkap).
Mungkin sebenarnya sifat "Radio"itu ada pada diri setiap manusia, hanya bagaimana mampu meyakininya dan melakukanya.

Sunday, August 21, 2011

      
It's Mine . . .
Time's Precious . . .
Life's Precious . . .
Love's precious . . .
It's Mine . . .
Time's Precious . . .
Life's Precious . . .
Love's precious . . .

It's Mine . . .
Time's Precious . . .
Life's Precious . . .
Love's precious . . .

Sunday, August 14, 2011

Who Move My Cheese?

Mengandung pesan mencerahkan mengenai perubahan, dalam situasi sendiri maupun bersama/team kerja/organisasi. Melalui perumpamaan empat karakter (tikus: Sniff & Scurry, orang ukuran kecil: Ham & Haw) yang hidup dalam labirin mencari cheese (kebahagiaan, kesuksesan, harapan, ...).

Ketika ada saatnya cheese kita hilang/habis, kita bisa belajar memilih dari pengalaman mereka. Seperti Sniff & Scurry yang cepat mengambil tindakan terus menyusuri labirin hingga mendapat cheese yang baru. Atau seperti Haw yang sedikit lambat memahami perubahan, namun memiliki ketekadan untuk melawan ketakutan. Atau mungkin seperti Hem yang masih terkurung karena terlarut dalam situasi dan enggan untuk melakukan perubahan.

Ketakutan adalah bagian dari hambatan untuk berubah.
"Who move my cheese" ini dapat membantu kita mendefinisikan diri sendiri dan orang lain. Didalam pekerjaan maupun kehidupan. Disertai dengan spiriualitas.

Sunday, August 7, 2011

The Dolphin: Story Of A Dreamer



Sebuah karya yang mengandung pesan kuat dari dan bagi semua pemimpi. Untuk mencapai tujuan hidup kita bukan hanya harus bertindak, tetapi juga harus bermimpi dan percaya pada yang kuasa. Daniel Alexander Dolphin (seekor lumba-lumba yang penuh semangat) mengajarkan kita untuk berani berjuang melawan ketakutan kita sendiri, keterbatasan kita sendiri untuk meraih tujuan dan impian kita.
Dengan mendengarkan suara hati, berani melompat lewati batas-batas aturan sendiri. Mulai beradaptasi dengan teman-teman baru, lingkungan baru, pandangan baru dan siap mengarungi lautan luas dengan bebas. Bebas? Tidak selalu demikian. Karena pada kenyataannya masih juga dihadapkan pada rintangan-rintangan yang silih berganti. Tetapi karena keyakinan yang kuat dan tetap bertahan, jalan keluar pasti ada dan bantuan pasti datang tepat pada waktunya, sampai akhirnya tujuan dan impian itu dapat tercapai. Jika kita sanggup berserah pada kehendak yang kuasa, sesungguhnya tak seorangpun dapat mengambil mimpi kita.
Mimpi adalah bagian keajaiban dunia.
Bukan sebuah bangunan tapi dapat membangun. Mungkin hanya seperti bayangan, semu, namun kekuatannya sungguh luar biasa.